@DeaWicaksana
Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Ada ruang yang dibuat untuk dipamerkan, dan ada ruang yang dibuat untuk ditinggali. Maison D’Art lahir dari keinginan menyatukan keduanya: ruang yang terasa seperti galeri, tapi tetap hangat untuk duduk lama, minum kopi, dan berbincang tanpa terburu-buru.
Konsep ini saya rancang sebagai ruang untuk percakapan yang bermakna, tempat seni, kopi, dan taman hadir bersamaan dalam satu suasana.

Dinding dan lantai marmer alami menjadi pusat perhatian, menghadirkan urat emas dan cokelat tua yang dramatis. Pantulan cahaya hangat pada permukaan marmer menciptakan kesan luxurious, seamless, dan timeless tanpa membutuhkan dekorasi berlebihan.
Hangat, Tapi Tidak Berlebihan
Salah satu prinsip yang saya pegang dalam konsep ini adalah not over-decorated. Kemewahan tidak selalu berarti penuh. Palet warnanya dibatasi pada krem, cokelat tembaga, emas lembut, dan hijau tanaman. Dari sudut pandang psikologi warna, kombinasi ini memberi rasa aman, stabil, dan tenang, cocok untuk ruang tempat orang berkumpul dan membuka diri.
Sofa melengkung berwarna krem sengaja dibuat panjang dan mengelilingi meja marmer bulat berkaki emas. Bentuk lengkung membuat orang duduk saling berhadapan secara alami. Dalam psikologi ruang, susunan seperti ini mendorong interaksi yang lebih akrab dibanding sofa lurus yang membuat orang duduk berjajar. Kursi lounge dan ottoman beludru cokelat menambah pilihan duduk yang lebih personal.
Sudut Kopi yang Menyatu dengan Ruang


Di sisi kiri, ada coffee bar dengan kabinet kayu, backsplash marmer, dan rak kaca berlampu. Sudut ini bukan tempelan, melainkan bagian dari alur ruang. Tamu bisa menyeduh kopi lalu langsung kembali ke percakapan tanpa harus berpindah ke dapur.
Taman sebagai Dinding Keempat
Sisi kanan ruangan sepenuhnya terbuka lewat kaca besar menuju kolam renang, air terjun kecil, dan taman tropis yang rimbun. Pemandangan hijau ini berfungsi sebagai “dinding hidup” yang berubah sepanjang hari, dari terang pagi sampai cahaya lampu taman di malam hari. Kehadiran alam di dalam pandangan terbukti membantu menurunkan stres dan membuat orang lebih betah berlama-lama di dalam ruang.
Smart Home
Teknologi smart home dalam konsep ini dirancang untuk bekerja di belakang layar: pencahayaan yang bisa diatur sesuai suasana, tirai otomatis, dan kontrol suhu. Tujuannya sederhana, agar kenyamanan terasa tanpa membuat ruang tampak seperti showroom gadget.
Karakter Maison D’Art
Natural marble. Smart home. Garden view. Luxury. Timeless. Spacious. Not over-decorated.
Tujuh kata itu menjadi pegangan saya selama merancang. Maison D’Art bukan sekadar ruang tamu yang indah dilihat, tetapi ruang yang mengundang orang untuk tinggal, berbicara, dan merasa dihargai.
Designing spaces. Elevating lifestyles.
— Concept by Dea Wicaksana
