
Warm • Cozy • Timeless
Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!Ada kamar anak yang cuma cantik di usia tertentu, lalu terasa “kekecilan” begitu penghuninya bertambah besar. Little Heaven Suite lahir dari keinginan sebaliknya: sebuah kamar yang tumbuh bersama pemiliknya. Hangat untuk anak kecil yang suka boneka dan cerita sebelum tidur, tapi tetap terasa pas saat ia mulai remaja dan butuh ruang belajar yang serius.
Some children’s rooms only look lovely for a few years. Little Heaven Suite was designed the other way around: a room that grows with its owner. Soft and playful for a little one who loves stuffed toys and bedtime stories, yet calm and functional enough for the teenage years ahead.
Ruang 3 × 4 m dengan Zona yang Jelas

Kamar berukuran 3 × 4 meter ini dibagi menjadi beberapa zona yang mengalir dari pintu masuk sampai jendela:
- Area lemari sebelum masuk kamar. Lemari pakaian full height ditempatkan di area masuk, sehingga urusan berganti baju dan menyimpan barang selesai sebelum masuk ke area tidur.
- Sekat partisi kayu. Partisi vertikal dengan rak display terbuka dan LED menjadi pembatas yang estetik. Area tidur terasa lebih privat tanpa membuat ruangan terasa sempit.
- Area tidur. Tempat tidur anak 100 × 200 cm dengan headboard berbentuk awan, diapit nakas dan rak display berlampu.
- Area santai. Sofa dua dudukan (± 130 × 70 cm) di kaki tempat tidur, tempat membaca, bersantai, atau bercerita sebelum tidur.
- Area belajar. Meja belajar 120 × 60 cm dengan laci dan rak, diletakkan dekat jendela agar mendapat cahaya alami.
The 3 × 4 m room flows in clear zones: a full-height wardrobe area before entering the room, a vertical wooden partition with lit open shelves, a 100 × 200 cm bed with a cloud-shaped headboard, a two-seater sofa at the foot of the bed for reading and quiet moments, and a study desk by the window for natural light.
Warna yang Menenangkan
Palet pink dusty, cream, kayu oak muda, gold brass, dan fabric blush dipilih karena lembut di mata dan tidak “berisik”. Pink dusty memberi kehangatan tanpa terasa kekanak-kanakan, cream dan kayu oak membuat ruangan terasa tenang dan membumi, sementara sentuhan gold brass memberi kesan elegan yang awet.
Dusty pink, cream, light oak, brass, and blush fabric create a palette that feels warm without being loud. It’s soft enough for a young child, yet mature enough to last.
Material & Detail
- Backdrop wallpanel fluted dengan dinding pink dusty
- Lemari pakaian finishing HPL cream dan kayu
- Partisi kayu finishing oak dengan rak display terbuka
- Lantai vinyl wood oak
- Sofa berbahan fabric cream
- Lampu downlight dan LED strip warm white di bawah lemari, partisi, dan backdrop
- Dekorasi lampu awan dan bintang di atas tempat tidur
Dari Sketsa ke Visualisasi

Konsep ini dikembangkan bertahap: dimulai dari layout ideas untuk menentukan zoning dan sirkulasi, lalu massing & volume untuk bentuk dasar furnitur dan partisi, detailing, lighting plan, eksplorasi material & tekstur, sketsa perspektif, hingga visualisasi akhir. Setiap tahap memastikan bahwa yang indah di gambar juga masuk akal di ruang sebenarnya.
The concept was developed step by step, from layout and circulation, massing, detailing, and lighting, to material exploration, perspective sketches, and the final visualization, so that what looks beautiful on paper also works in real space.
Lebih dari Sekadar Kamar
Kamar ini dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak lewat pembagian zona yang fungsional dan nyaman. Area tidur yang tenang membantu ritme istirahat, area duduk memberi ruang untuk membaca dan bersantai, dan meja belajar yang terang membantu fokus. Hasilnya adalah sebuah ruang yang hangat, aman, dan penuh cinta.
Every element supports a child’s growth: a calm sleeping area for healthy rest, a cozy seat for reading and connection, and a bright desk for focus. A space that feels warm, safe, and full of love.
A space to dream, grow, and belong.
Concept visualization. Ukuran dan detail dapat menyesuaikan kondisi ruang.
Concept by
Dea Wicaksana

